
Saatnya Kedokteran Islam Bangkit , Rasulullah SAW bersabda : Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah berbekam “ dan “ Pengobatan Paling Utama yang kalian lakukan adalah Bekam “ kedua hadist shoheh Bukari Muslim ini adalah suatu hal yang mutlak diyakini dan diamalkan oleh setiap muslim dalam hal pengobatan . Back to Nature is Back to Islam, Kembali kepada hal yang alami maka kembali kepada fitrah, kembali kepada fitrah maka kembali kepada Islam.
Allah berfirman “…… Pada hari ini telah aku sempurnakan agamamu untukmu dan telah AKU cukupkan nikmat-KU bagimu dan telah AKU ridhoi Islam sebagi agamamu. ( Al-maidah : 3). “Maka mengapa mereka mencari petunjuk yang lain selain agama Allah, padahal apa yang dilangit dan dibumi berserah diri kepada-NYA, baik suka maupun terpaksa ( Ali Imran : 83). “Dan barang siapa mencari Agama Selain islam, dia tidak akan diterima, dan diakherat dia termasuk orang yang merugi (Ali imran :85).
Keyakinan yang tinggi untuk selalu menghidupkan sunnah Rasulullah, maka lahirnya Asosiasi Bekam Indonesia (ABI) adalah suatu keharusan yang harus didukung oleh setiap muslim apapun status sosialnya. Didirikan pada tanggal 10 Nopember 2007 dengan proses perjuangan yang cukup melelahkan dan kesabaran yang tinggi, maka pada tanggal 20 Juni 2008 ABI dikukuhkan dengan Akte Notaris Ummu Imamah, SH. No.2.
Berbagai upaya telah dilakukan agar peran ABI dapat di rasakan oleh masyarakat, maka untuk pertama kali Asosiasi Bekam Indonesia (ABI) mengadakan Rakernas ke- 1 di Hotel Bumi Wiyata Depok pada Tanggal 24-25 Sya’ban 1429 H / 26-27 Agustus 2008 M yang Alhamdulillah di hadiri lebih dari 250 perserta dari berbagai utusan daerah.
Dengan didasari kesungguhan dan ketulusan hati maka Rakernas ABI ke 1 bertemakan : “ Bersama menghidupkan sunnah melayani ummat menuju Indonesia sehat Jiwa dan Raga” acara Rakernas ABI di buka oleh Dirjen Bina Kesehatan Komunitas DEPKES RI. Dalam sambutannya mengatakan bahwa“ Peran asosiasi atau organisasi profesi pengobatan tradisional seperti ABI diharapkan dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyrakat menuju Indonesia sehat 2010’. Sejalan dengan tema Rakernas ABI pada sesi Pembekalan yang disampaikan oleh Ust. H. Abdul Fattah seorang pemerhati / praktisi Pengobatan Nabi (Ath-Thibbun Nabawi) mengatakan dengan mengutip sambutan Presiden RI pada Kongres Umat Islam IV tahun 2005 “ Ummat Islam harus cerdas memanfaatkan potensi besar yang ada dalam ajarannya, untuk merespon perubahan zaman. Dan Saatnya Dunia Berubah yang dikutip dari judul buku DR.Dr.Siti Fadilah Supari, SP.JP (K) menteri Kesehatan RI., maka apabila pemerintah menyadari dan memanfaatkan potensi ummat Islam untuk mengatasi kegagalan yang sangat mendasar yang menjadi program prioritas di pelbagai Negara yaitu Pendidikan dan Kesehatan. Maka kelahiran ABI merupakan tonggak sejarah yang harus terukir kembali sebagai sumbangsi ummat Islam untuk ikut berperan dalam membantu program pemerintah Menuju Indonesia Sehat 2010.
Asosiasi Bekam Indonesia (ABI) yang merupakan wadah para praktisi dan pengobatan Nabi dari berbagai plosok bumi Nusantara yang telah berperan aktif untuk menyehatkan bangsa, apabila hal ini dapat dijadikan pilihan handal dalam mensukseskan program pemerintah, maka suatu hal yang tidak mustahil “ Indonesia sehat 2010 ” insya Allah akan dapat dicapai sebelum tahun 2010. Allahu Akbar..!.
Akselerasi penyehatan bangsa bersama sunnah diwujudkan dengan meningkatkan qualitas sumber daya manusia (SDM) dengan memberikan pelatihan kepada setiap anggotanya dengan berbagai disiplin ilmu kesehatan secara holistic yang telah dicanangkan oleh WHO “ Health is a complete state of Physical, Mental, Social well being and not merely the absence of disease or infirmity. Atau menurut Undang-Undang RI No. 9 tahun 1960 : “ Sehat atau kesehatan adalah keadaan meliputi kesehatan Badan ( Jasmani), Rohani (mental), sosial (moral) dan bukan hanya keadaan bebas dari penyakit cacat atau lemah.
Pada sesi pembekalan yang ke 2 Prof.DR.dr Dede Kusmana yang juga sebagai penasehat ABI, mengatakan bahwa Penyakit Jantung adalah pembunuh No. 1 di dunia dan di Indonesia mencapai pringkat pertama, salah satu penyebab utama adalah kebiasaan merokok, maka bisa jadi penyakit penyakit kronis yang dalam dunia medis tidak mampu ditangani, maka dengan bekam yang merupakan pengeluaran darah dari permukaan kulit dan senyawa-senyawa toxin pada tubuh manusia sehingga tubuh akan memberikan reaksi balik yang positif untuk meningkatkan kekebalan tubuh manusia.
Subhannallah… Allahu Akbar, Rakernas ABI yang ke 1 ini mendapatkan respon yang luar biasa tidak hanya dikalangan praktisi dan para pengobat Bekam saja yang hadiri, akan tetapi lebih dari 27 Orang para medis/ para dokter-dokter dari pelbagai wilayah Indonesia juga hadir untuk memberikan dukungan dan saran-saran inovatif, sehingga ABI akan dapat diterima dari berbagai disipilin Ilmu, kalangan dan masyarakat, yang pada akhirnya Asosiasi Bekam Indonesia dengan mengedepankan konsep pengobatan Nabi ini menjadi pilihan utama dalam dunia pengobatan. Allahu Akbar!
Rakernas ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh ustadz. H.Muhammad Arifin Ilham yang menekankan bahwa ABI adalah merupakan sarana/ladang kita untuk berda’wah, jadikanlah apapun keahlian yang kita miliki sebagai daya tarik dan bukan daya tarif. Karena pengobatan ini merupakan pengobatan utama yang dibawa oleh Rasulullah SAW, maka seyogyanya para pengamal/penterapi mengikuti suri tauladan dan akhlaq Nabi kita Muhammad SAW. Sehingga dalam menghidupkan sunnah Rasulullah SAW tidak adalagi saling menjatuhkan atau menjelekkan sesama para penterapy.
Dengan mengutip firman Allah : ” Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri “( Ar-a’d : 11). Mari “ Ibda binafsik “ mulai dari diri kita, saudara kita, lingkungan kita dan bangsa kita untuk melakukan perubahan, perubahan kepada konsep-konsep ilahiyah yang penjabarannya telah dicontohkan melalui sunnah nabi Muhammad SAW.
Meningkatnya para pengobatan Nabawi ini yang lahir atas dasar kesadaran untuk membantu sesama ini perlu memperoleh dukungan, pembinaan dan perlindungan serta pengawasan sehingga jangan sampai niat yang suci ini menjadi malapetaka buat sipembekam (penterapy) ataupun yang dibekam (pasien), untuk itulah perlu adanya standarisasi dalam methode pembekaman yang kita sebut dengan Standar Pelayanan Operasional Bekam ( SPOB ). Buku ini disusun untuk menjadi panduan anggota ABI dimanapun berada sehingga tindakan-tindakan yang dilakukan menjadi terarah dan dapat meminimize tingkat resiko. Semoga ALLAH SWT membimbing dan melindungi kita semua, mari satukan langkah dan lurusakan niat untuk satu tujuan yaitu Mardhotillah.. untuk mengharapkan keridho-NYA… Amiiin!